JAKARTA - MEDIA POSITIF,
-
Massa otot yang terus tidak dijaga, bisa kehilangan sekitar 40 - 50% massa otot pada usia 70 tahun.
-
Sekitar 70 - 80% glukosa dalam aliran darah telah diserap oleh jaringan otot
-
Menjaga massa otot bisa berperan besar dalam daya tahan tubuh, metabolisme,dan kekuatan fisik sehari - hari.
Seiring dengan meningkatnya usia, terutama bagi anda yang sekarang ini akan memasuki pertengahan 30 an. Tubuh kita ternyata mengalami perubahan alami, termasuk penurunan massa otot sekitar 3% secara bertahap.
Hal ini tentunya akan membuat penuaan bagi diri.Bahkan ada juga seseorang yang tidak menyadari jika massa ototnya telah berkurang.
Kondisi ini akan membuat massa otot yang terus tidak dijaga, bisa kehilangan sekitar 40 - 50% massa otot pada usia 70 tahun.
Kondisi ini dikenal sebagai Sarcopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot yang berkaitan dengan penuaan. Mengalami perubahan ini bukan berarti kita gagal menjaga diri. Hal ini jadi proses biologis yang memang bisa terjadi pada siapapun.
Menjaga massa otot bisa berperan besar dalam daya tahan tubuh, metabolisme,dan kekuatan fisik sehari - hari.
Hal ini karena massa otot tanpa sadar akan menurun drastis, sehingga tubuh akan lebih rentan terkena infeksi, gangguan metabolik, dan masalah kardiovaskular. Mendengar hal ini saja sudah membuat kita ngeri dan itu sangat wajar.
Kabar baiknya, ada banyak hal sederhana yang bisa anda lakukan untuk merawat tubuh dengan lebih baik.
Dengan cara memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang, tetap aktif bergerak, dan menjalani gaya hidup sehat, Anda sedang berinvestasi untuk kualitas hidup jangka panjang.
Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga agar anda tetap kuat dan peduli dengan orang disekitar. Melindungi tubuh dari penyakit bukan soal karena takut kena penyakit, tapi sebagai bentuk menyayangi diri sendiri.
Pentingnya menjaga massa otot
Otot bukan hanya bagaimana harus kuat secara fisik atau penampilan. Anda yang ingin menjaga keseimbangan gula darah akan dibantu dengan otot yang sehat.
Sebagai informasi kalau sekitar 70 - 80% glukosa dalam aliran darah telah diserap oleh jaringan otot. Dalam artian, setiap kali anda melakukan gerakan dan menjaga massa otot agar tetap stabil, maka sama dengan membantu tubuh lebih stabil.
Beranjaknya anda dengan bertambah usia atau kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga karena padatnya pekerjaan, membuat massa otot juga bisa saja menurun tanpa anda sadari.
Kemampuan tubuh dalam menyerap glukosa bisa saja ikut berkurang. Hal ini karena jumlah reseptor glukosa dalam sel otot menjadi lebih sedikit. Tubuh menjadi harus lebih menyesuaikan diri.
Dengan adanya pankreas, maka akan memproduksi lebih banyak insulin agar gula darah tetap bisa masuk ke dalam sel.
Tapi, jika hal ini berlangsung sangat lama, maka tubuh anda akan kurang responsif terhadap insulin yang dikenal sebagai resistensi insulin. Hal ini yang bisa saja menyebabkan anda terkena diabetes tipe 2.
Membayangkan dan mendengar hal ini saja sudah membuat kita merasa khawatir kalau tidak menjaga massa otot bisa terkena penyakit.
Tapi, terdapat kabar baiknya karena tubuh bisa memiliki kemampuan untuk bisa adaptif ke arah yang lebih baik.
Dengan anda menjaga dan meningkatkan massa otot bahkan secara bertahap, bisa saja membantu tubuh memiliki penyimpanan glukosa yang bekerja secara lebih optimal.
Berdasarkan penelitian menunjukkan peningkatan massa otot, bahkan sekitar 10% saja bisa dikaitkan dengan resistensi insulin yang cenderung lebih rendah.
Jadi, dengan anda rajin membangun massa otot bukan hanya menjaga olahraga tetap jalan. Tapi hal ini juga menjadi bentuk rasa peduli terhadap diri sendiri.
Setiap langkah kecil seperti bergerak lebih aktif, mengatur pola makan seimbang, dan menjaga konsistensi adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan yang lebih stabil dan kualitas hidup yang lebih baik.
Menjaga kesehatan jangka panjang dengan kualitas otot yang baik
Otot yang baik bukan hanya sekedar kekuatan fisik atau membuat penampilan menjadi lebih menarik. Tapi, jaringan metabolik yang akan membantu kita untuk bisa mengatur energi dan tetap adaptif seiring dengan usia yang meningkat.
Memiliki otot yang sehat akan membuat tubuh jadi bisa lebih fleksibel ketika anda menggunakan energi yang berasal dari karbohidrat atau lemak dimana sesuai dengan aktivitas fisik anda lakukan.
Taukah, jika semakin banyak otot yang dimiliki, maka akan semakin mitokondria yang bekerja, sehingga kapasitas tubuh akan bisa membakar lemak untuk bisa meningkat secara alami.
Sedangkan, jika massa otot yang rendah akan bisa membuat tubuh cenderung kurang fleksibel. Sehingga akan bisa membuat diri kita bergantung pada setiap karbohidrat untuk bisa mempertahankan energi.
Anda yang terlalu sibuk dengan beraktivitas terkadang jadi melewatkan jeda makan sesekali dan itu wajar sekali, tapi dengan metabolisme yang lebih terjaga, maka itu akan membuat tubuh stabil.
Terutama, jika anda berolahraga dengan perut kosong dengan metabolisme yang baik akan membuat anda menjalaninya tanpa merasa linglung atau cemas terutama ketika anda melakukan saat puasa.
Diketahui, ketika usia meningkat maka fungsi mitokondria cenderung bisa saja menurun. Hal ini bukan tanpa sebab karena dipengaruhi oleh penyakit yang mana berkaitan dengan penuaan dari masalah kardiovaskular hingga neurodegeneratif.
Namun, ada kabar baik untuk anda jika anda bisa menjaga dan membangun massa otot melalui latihan angkat beban secara rutin. Maka, hal ini bisa membantu anda dalam menjaga kesehatan mitokondria, energi, pemulihan, dan fungsi tubuh.
Otot yang kuat anda miliki sekarang sangat berperan penting dalam melindungi tubuh dari cedera. Dalam kasus, anda mengalami patah tulang akibat jatuh, tentu hal ini akan sangat berisiko jika umur anda sudah lanjut usia.
Hal ini menjadi langkah penting untuk anda bisa meningkatkan massa otot sejak dini.
Kekuatan otot seperti pada paha depan dan bokong akan menjaga keseimbangan tubuh yang baik, mengurangi cedera serius, dan bisa mempercepat terjadinya pemulihan secara cepat.
Oleh karena itu, latihan gerak dan kekuatan bukan hanya soal membentuk otot, tapi juga tentang menjaga keselamatan, mobilitas, & kemandirian seiring bertambahnya usia.
Dengan langkah-langkah kecil seperti rutin bergerak, melatih kekuatan, dan menjaga keseimbangan, kita sedang merawat tubuh dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Kekuatan genggaman dapat memprediksi penyakit tertentu
Kekuatan genggaman tangan mungkin terdengar sederhana, tapi taukah kalau dalam penelitian klinis. Hal ini sering banget digunakan sebagai salah satu indikator kondisi kesehatan secara umum.
Cara mengukurnya ternyata relatif cukup mudah biasanya anda hanya tinggal menggunakan alat bernama dinamometer. Jika anda belum pernah mendengarnya, tes ini dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memantau kekuatan tubuh.
Berdasarkan penelitian menunjukkan kalau kekuatan genggaman yang lebih rendah berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan seperti jantung dan stroke.
Dengan mengetahui risiko penyakit yang mengintai, hal ini bukan untuk menakuti. Tapi, anda sadar untuk lebih peduli pada kondisi tubuh.
Kekuatan genggaman seringkali mencerminkan kekuatan tubuh pada bagian lain. Jika genggaman terasa melemah, bisa saja hal ini karena otot kaki, inti tubuh, dan massa otot bisa anda perhatikan.
Ibarat indikator baterai, genggaman memberi gambaran tentang "daya" tubuh kita saat ini.
Penurunan kekuatan genggaman ini diindikasikan sebagai salah satu perubahan fungsi tubuh yang bisa anda deteksi sejak awal, bahkan sebelum muncul gangguan fisik pada tubuh yang lebih jelas.
Maka, hal ini bisa menjadi kesempatan untuk anda bisa memperbaiki kekuatan pada genggaman yang lemah. Kekuatan genggaman bukan sesuatu yang permanen, dengan melakukan latihan sederhana seperti dead hang/ alat bantu.
Kekuatan ini masih bisa untuk ditingkatkan kembali. Latihan ini tidak hanya untuk memperkuat tubuh bagian atas, tapi untuk membantu kapasitas fungsional dan kemandirian untuk menjaga tubuh.
Asupan protein menjadi hal penting seiring dengan usia
Menjaga massa otot ternyata tidak serumit yang anda bayangkan sekarang karena anda bisa memulainya dengan cara bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh.
Tidak harus untuk anda terburu - buru, anda bisa mulai melakukan satu langkah kecil seperti menambah asupan protein sekitar 1,2 - 1,6 gram per kilogram.
Jika anda berusia lanjut usia, maka anda bisa untuk menambah asupan protein lebih tinggi lagi. Protein sangat berperan penting dalam tubuh anda sebagai bahan pembangun yang mana bisa menjaga dan memperbaiki jaringan otot.
Selain asupan nutrisi, tubuh ternyata juga membutuhkan rangsangan gerak. Dimana setiap latihan yang anda lakukan bisa berdampak baik untuk bagian tubuh anda seperti bokong, kaki, punggung, dan dada.
Oleh karena itu, olahraga seperti squat, deadlift, row, push up, lunge, plank, dan press bisa menjadi pilihan yang baik.
Jika memungkinkan, latihan 2–3 kali seminggu sudah cukup membantu dimana kalau anda rutin melakukannya per minggu, maka bisa meningkatkan kualitas otot.
Jika anda merasa latihan beban terasa berat tidak apa - apa karena anda bisa untuk menggantinya dengan lebih rajin berjalan kaki. Dimana jika anda rutin jalan kaki dan melakukan latihan kekuatan ringan seperti ini sudah berdampak bagi kesehatan.'
Jalan kaki dengan waktu 30 menit sudah bisa menjaga kesehatan jantung anda. Apalagi anda bisa melakukan jalan cepat dan olahraga tangga hal ini termasuk latihan beban yang ringan.
Apabila anda penasaran untuk mengukur kekuatan otot anda, maka anda bisa untuk mencoba duduk di lantai dan kemudian berdiri tanpa bantuan dari siapapun. Jika anda berhasil melakukannya, maka mobilitas dalam tubuh anda masih terjaga baik.
Komentar