10 Tantangan Mengelola Waktu Pada Bidang Pekerjaan Kreatif
JAKARTA, MEDIA POSITIF -
Usaha yang dilakukan secara fokus dapat menghasilkan karya yang berdampak atau penghasilan pada masa mendatang.
-
Pekerjaan kreatif sulit diprediksi; ide dan hasil tidak selalu datang sesuai rencana, sehingga wajar merasa ragu, frustrasi, atau kewalahan.
-
Perasaan lelah, takut gagal, menunda pekerjaan, atau merasa belum cukup adalah normal dan bagian dari perjalanan kreatif setiap orang.
-
Fokus pada proses, eksperimen, dan konsistensi membantu karya berkembang, mencegah burnout, dan akhirnya menghasilkan karya atau penghasilan nyata.
Pernah merasa hari berjalan begitu cepat, tapi anda tetap merasa tidak benar-benar maju?.
Rutinitas terasa seperti eskalator yang terus bergerak, memaksa anda berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa jeda untuk bernapas.
Jika anda merasakan ini, anda tentu tidak sendirian karena semua orang tentu pernah mengalaminya.
10 alasan sulit mengontrol waktu pada pekerjaan bidang kreatif
Jika anda bekerja di bidang kreatif, tantangannya bisa terasa lebih berat. Ide tidak datang sesuai jadwal, inspirasi tidak bisa dipaksa, dan tekanan untuk terus produktif seringkali membuat anda merasa tertinggal. Berikut ini 10 alasannya:
1. Pekerjaan kreatif bisa menakutkan dan sulit
Sebagai pekerja kreatif, mungkin ada saat-saat ketika anda mencoba membangun alur kerja yang terasa jelas dan terstruktur.
Sehingga akan memudahkan anda dan hasil yang didapatkan bisa membuat lega dan memuaskan, sehingga rasa bingung akan terbayarkan.
Tapi disisi lain, anda memahami kalau sebagian besar waktu justru dihabiskan untuk
kerja seperti berjalan dengan meraba arah. Anda berusaha melakukan yang terbaik, sambil diam-diam bertanya dalam hati, “Apakah ini sudah benar?”
Terkadang terasa ada garis yang sangat tipis antara metode dan kekacauan, antara keberanian untuk berinovasi dan rasa takut dianggap berlebihan. Namun, hal yang sangat melelahkan tentu ketika anda menciptakan sesuatu tanpa kepastian.
Kepastian tanpa anda mengetahui siapa yang akan menyukai,memahami, dan menyadari. Wajar jika dalam proses itu anda berharap karya anda diterima, dipahami, atau dihargai. Jika kemudian anda menunda, mengulur waktu untuk memulai, atau merasa ragu setiap hari itu bukan karena anda malas.
Hal itu terjadi karena anda peduli. Karena anda ingin apa yang anda ciptakan benar-benar berarti. Dan berada di ruang ketidakpastian itu memang tidak mudah.
Anda mungkin harus melakukan sesuatu tanpa memikirkan pendapat orang lain, bekerja secara kreatif dengan fokus utama menghasilkan karya yang berdampak positif untuk orang lain.
2. Beban kerja kadang tidak bisa diprediksi
Bekerja sebagai penulis, seniman, desainer, atau musisi seringkali membuat Anda berhadapan dengan jadwal yang terasa sulit dikendalikan.
Tiba-tiba muncul proyek baru yang menarik, tenggat waktu berubah, revisi datang tanpa diduga dan tanpa sadar, jadwal yang sudah anda susun pun kembali berantakan.
Dalam situasi seperti itu, mungkin sempat terlintas untuk menolak pekerjaan tersebut demi menjaga kewarasan dan ritme kerja Anda.
Namun di sisi lain, menolaknya pun tidak mudah terutama ketika pekerjaan itu berarti pemasukan dan kesempatan memperkenalkan karya Anda kepada lebih banyak orang.
3. Hasil kerja sulit ditebak
Ketika tidak bekerja pada jalur produksi pabrik, setiap hari anda tidak bisa untuk memprediksi terkait hasil kerja karena ada saatnya pekerjan ini mengalir dengan lancar dan terasa menyenangkan.
Tapi, pada waktu lain justru mendapatkan 1 kata, 1 gambar, dan 1 ide yang bisa terasa seperti mendorong batu besar mendaki bukit yang curam.
Anda bisa saja menghabiskan hari demi hari untuk bekerja keras, tapi merasa sedikit sekali yang anda rasa berharga dengan karya yang anda ciptakan, tidak apa - apa itu wajar karena tidak semua pekerjaan harus sempurna.
Tapi, setelah anda merasa pesimis terkait hasil, anda justru merasa menemukan jalan dan hasil yang selama dinanti justru muncul hanya dalam waktu beberapa jam. Bukankah itu menakjubkan.
Ketika memulai sesi kerja, wajar sekali jika tidak pernah tau ada di ujung spektrum mana pada hari itu akan membawa anda atau apa yang akan berhasil anda capai pada akhirya dan memang itulah menjadi bagian dari pekerjaan kreatif.
Wajar sekali jika anda menjadi frustasi dan terasa terpuaskan dengan hasil yang anda dapatkan. Tapi, hasil yang sulit ditebak bisa anda atasi dengan tetap bekerja keras, jangan terlalu fokus dengan hasil yang didapatkan.
4. Resilience lebih kuat
Setiap orang tentu memiliki hari dimana tidak ingin bekerja termasuk anda karena merasa letih, terutama bagi anda yang freelance dan terbiasa membagi waktu.
Resilience yang kuat biasanya ditandai dengan anda bisa melakukan pekerjaan kreatif dengan adanya dorongan melakukan sesuatu tersebut dari hati anda dan berkarya agar memiliki pengaruh positif untuk audience.
Penolakan, ketakutan, malu, keraguan, penundaan, gangguan itu menjadi teman yang selalu hadir dalam setiap perjalanan seseorang yang bekerja kreatif. Bahkan jika anda mencintai pekerjaan itu sekalipun.
5. Seni tidak selalu dianggap sebagai pekerjaan yang layak
Kadang-kadang, kita mendengar orang mengatakan bahwa pekerjaan kreatif bukanlah pekerjaan nyata dan wajar jika hal itu membuat anda merasa diremehkan atau kurang dihargai.an mungkin ini saja terlintas dalam benak pikiran anda.
Tidak jarang kita terganggu oleh permintaan orang lain, entah pekerjaan rumah tangga, urusan sosial, atau menjemput anak sekolah dan wajar jika hal itu membuat anda frustrasi atau merasa pekerjaan Anda kurang dihargai.
Ada kalanya pekerjaan terasa sangat penting sehingga sulit menyeimbangkan waktu dengan keluarga atau lingkungan sekitar. Sulit memang, dan wajar jika anda merasa bersalah atau bingung kadang-kadang.
Terutama untuk proyek spekulatif yang tidak langsung menghasilkan uang, wajar jika Anda merasa ragu atau khawatir harus memilih antara penghasilan dan perhatian pada orang-orang di sekitar. Tidak apa-apa merasa dilema ini bagian dari perjalanan kreatif.
6. Harus terlihat sibuk agar diakui sebagai pekerjaan nyata
Terkadang anda perlu untuk terlalu sibuk agar pekerjaan yang anda kerjakan sekarang bisa diakui sebagai pekerjaan nyata seperti meniru jam kantor dengan bekerja dari jam 9 -5 sore.
Meski, juga kadang anda yang bekerja sebagai fotografer melakukan pemotretan pada akhir pekan atau jika anda penyanyi, maka melakukan pertunjukkan pada malam hari.
Atau anda justru terlalu fokus dengan pekerjaan yang terlihat seperti nyata seperti membuat data, mengurus administrasi, dan mengabaikan hal lain seperti bermain, melamun, menulis jurnal, membaca, meneliti, dan mengamati karya inspiratif.
Padahal tentunya sama penting dan memiliki peranan masing - masing. Terkadang mengabaikan waktu bermain akan membuat anda cepat jenuh, lelah atau letih karena badan dipaksa untuk bekerja.
Sehingga anda bisa saja burnout dan kehilangan inspirasi untuk memulai pekerjaan yang anda lakukan sekarang dan berujung pada putus semangat. Wajar jika terkadang anda sulit menyeimbangkan keduanya.
Terkadang cara anda bisa untuk membagi waktu anda untuk menghibur diri dan menaruh fokus pada pekerjaan. Hal ini menjadi perjalanan kreatif dan menanamkan kreativitas. Hal ini tentu sama pentingnya dengan menyelesaikan tugas yang terlihat produktif. Anda bisa mencoba untuk memprioritaskan keduanya.
7. Tidak ada yang meminta anda melakukan hal ini
Proyek yang anda kerjakan sekarang menjadi pekerjaan yang memuaskan karena anda tidak dipaksa oleh siapapun untuk melakukannya. Tapi, anda terkadang perlu untuk bereksperimen dan keluar dari zona nyaman untuk mendorong ide kreatif.
Tidak jarang proyek ini terasa menakutkan karena tidak terdefinisi dengan jelas, dan wajar jika Anda menunda-nunda atau merasa ragu apakah akan berhasil menjangkau audience atau pembeli.
Terutama kalau anda tidak yakin proyek ini akan bisa menemukan audience atau pembeli.
8. Tidak ada yang mengawasi
Bahkan jika anda memiliki tenggat waktu dan klien anda menunggu anda untuk mengerjakan apa yang telah diperintahkan, mereka terkadang jarang memeriksa anda ketika melakukan pekerjaan tersebut sampai pekerjaan itu dikirimkan.
Tapi, beda hal ketika anda bekerja di toko, pabrik atau kantor. Maka, anda tidak bisa untuk menunda pekerjaan anda sepanjang hari lalu bekerja lagi sepanjang malam untuk mengejar ketertinggalan.
Ketika anda pekerja dengan jam fleksibel, anda bisa saja menunda tugas yang sulit selama waktu berminggu - minggu tanpa adanya konsekuensi langsung kecuali jika ada deadline.
Sebagian dari kita memang memilih terjun pada bidang kreatif karena lebih bebas, fleksibel, dan mandiri.
Tapi, tanpa struktur dan akuntabilitas yang jelas, maka pekerjaan dapat mengambil alih segalanya atau justru menunda proyek besar dan penting. Sehingga anda juga tidak pernah mendapatkan momentum kapan akan mengerjakannya.
9. Tidak ada garis finish
Anda terkadang menjadi sulit untuk mengetahui kapan sesuatu yang kreatif itu akan selesai dan kapan harus melepaskan dan memberikan karya itu agar bisa dilihat oleh orang lain didunia.
Sesaat anda bisa saja terus mengasah, memoles, menyesuaikan, mengedit, dan membuat ulang karya sampai kapanpun. Tidak ada ide yang sepenuhnya bisa terwujud dan tidak karya seni yang benar selesai.
Selalu ada sesuatu yang dapat anda tambahkan, kurang, dan ubah. Tapi, bisa menjadi sangat mudah untuk terlalu banyak mengerjakan sesuatu dan tidak sengaja merusaknya.
Tanpa adanya umpan balik yang bisa anda dapatkan dari menampilkan karya, menjadi hal mengkhawatirkan kalau saja anda untuk kehilangan arah.
10. Anda bisa saja memiliki atasan yang buruk
Selain menciptakan karya kreatif, saat bekerja untuk diri sendiri, Anda juga harus mengurus berbagai peran lain seperti marketing dan public relations dan wajar jika itu terasa melelahkan atau membingungkan.
Tidak jarang anda harus mengurus pembukuan, administrasi, dan menjangkau audience sendiri dan wajar jika merasa kewalahan, terutama ketika pekerjaan itu terkadang tanpa imbalan yang jelas.
Walaupun pekerjaan yang anda temukan terkadang tanpa imbalan yang jelas.
Saat bekerja dengan berbagai klien yang berbeda dan situasi yang tidak selalu terorganisir, wajar jika Anda merasa lelah atau terbebani meski terus berusaha berpikir kritis dan berkarya.
Tidak jarang anda merasa belum pernah cukup, dan wajar jika tekanan itu membuat anda lelah. Ini hal yang normal bagi siapa pun yang bekerja kreatif sendiri.
Pekerjaan kreatif tidak dapat diprediksi, jadi anda mungkin saja tidak bisa dengan mudah memprediksi terkait bagaimana hasil yang didapatkan dalam waktu sehari, seminggu, dan sebulan.
Namun, anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri ketika mengalami hari buruk karena anggap saja hal ini bagian dari proses pekerjaan yang anda jalani.
Tapi, jika anda secara konsisten melakukan pekerjaan, maka anda bisa memprediksi hasil dari pekerjaan tersebut dengan waktu yang sama. Beginilah cara buku ditulis, film dibuat, dan lagu berubah jadi album.
Usaha yang anda lakukan secara sampingan bisa menjadi penghasilan nyata. Dari sketsa bisa berubah menjadi karya seni seumur hidup.
Jadi teruslah untuk anda berusaha, bahkan ketika kondisi sedang tidak mendukung. Pada akhirnya anda akan bisa melihat kebelakang dan menyadari bahwa anda telah menghasilkan lebih dari yang anda bayangkan atau justru tidak memikirkan.

Komentar