JAKARTA, MEDIA POSITIF -
-
Ketika seseorang merasa tidak aman atau terancam, ia mungkin menjadi lebih tertutup sebagai cara untuk melindungi dirinya.
-
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa didengar dan tidak dipahami timbul ada rasa nyaman ingin terbuka dan merasa tenang ketika berada didekat orang lain.
-
Setiap manusia sedang berproses, jadi anda bisa memahami jika perubahan setiap orang tentu berbeda.
Anda terkadang tidak selalu setuju dengan suatu hal dan itu tidak masalah karena setiap manusia memiliki perbedaan pendapat terkait suatu hal.
Namun, apakah cara mengungkapkan ketidaksepakatan tersebut terasa sudah membantu anda untuk menyampaikan apa yang anda rasakan atau hanya sekedar menambahkan bakar ke api yang telah berkobar.
Ketika kita membagikan sesuatu, wajar jika tidak semua orang langsung untuk memahami atau melihatnya dari sudut pandang yang sama.
Bukan berarti pesannya salah, hanya saja setiap orang memiliki pengalaman dan proses memahami yang berbeda.
Dalam beberapa situasi, pesan yang disampaikan justru bisa membuat seseorang merasa tersudut atau semakin mempertahankan pendiriannya
8 cara untuk mengungkapkan ketidaksetujuan yang tepat
Jika anda masih bingung dengan cara mengungkapkan kalimat ketidaksetujuan yang tepat agar mudah dipahami oleh orang lain. Berikut ini 8 caranya:
1. Rasa aman psikologis
Tidak mudah bagi siapapun untuk mendengarkan sudut pandang yang berbeda dengan keyakinan, sudut pandang, dan nilai. Hal itu wajar, karena setiap orang tumbuh dengan pengalaman dan prinsip hidup yang berbeda-beda.
Bahkan, Ketika seseorang merasa tidak aman atau terancam, ia mungkin menjadi lebih tertutup sebagai cara untuk melindungi dirinya. Dalam keadaan ini, orang yang semakin teguh pendirian akan tetap pertahankan sudut pandang.
Berdasarkan penjelasan dari Jeffery S. Smith, MD, keterlibatan dalam argumen setiap pasangan yang sebenarnya terasa tidak perlu sering kali berakar pada kurangnya empati yang timbal balik.
Ketika dua orang sama-sama merasa belum benar-benar dipahami, percakapan dapat dengan mudah berubah menjadi ajang saling mempertahankan diri atau defensif.
Sehingga jadi mudah menghakimi, tapi bukan berarti karena ingin menyakiti. Seringnya karena merasa tidak aman atau tidak dihargai oleh pasangan. Dalam situasi ini, tanpa disadari bisa saja membuat kedua belah pihak terluka.
Ada perasaan buruk atau tidak enak yang dirasakan antara kedua belah pihak dan akhirnya muncul ketidakbahagiaan. Sebab setiap orang tentu ingin dipahami dan didengar agar muncul perasaan nyaman.
Kadang, saat merasa frustrasi atau tidak dimengerti, seseorang mungkin terdorong untuk bereaksi dengan berteriak atau berdebat.
Terkadang, seseorang mungkin merasa bahwa pasangannya terlalu mempercayai orang lain, dan ini bisa menimbulkan perasaan tersakiti atau tidak nyaman.
Pernyataan seperti ini lebih menyerang rasa harga diri daripada ide, sehingga bisa membuat pasangan merasa tersinggung atau terancam.
Ketika ego orang lain atau pasangan tersenggol, maka hal ini bisa saja mengancam atau menyakitkan baginya. Terutama jika nilai, kecerdasan, dan harga moral merasa diserang.
Maka, sistem saraf akan langsung beralih ke mode defensif. Sehingga respons yang kemungkinan muncul bisa saja bukan keinginan untuk memahami satu sama lain, tapi dorongan untuk bertahan.
Harapan untuk percakapan yang masuk akal pun perlahan sirna, karena kebutuhan dasar untuk merasa aman belum terpenuhi.
2. Bersikap tegas
Anda bisa mengakui perasaan dan keterlibatan emosional ketika berada dalam percakapan yang semakin sulit tanpa harus benar setuju dengan keyakinan orang lain.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa didengar dan tidak dipahami timbul ada rasa nyaman ingin terbuka dan merasa tenang ketika berada didekat orang lain.
Anda bisa memiliki rasa hormat dengan orang lain dengan mengatakan: "saya merasa betapa pentingnya hal ini bagi anda, saya mengerti sangat hal ini sangat berarti bagi anda."
Dalam percakapan, anda tidak perlu merasa setuju dengan sudut pandang setiap orang karena tentu pendapat kalian berbeda kecuali jika anda sefrekuensi. Hal terpenting ketika mengakui pengalaman dan validasi mereka merasa dihargai.
Sehingga percakapan akan berjalan menjadi lebih hangat tanpa adanya debat dan konstruktif.
3. Memimpin dengan nilai bersama
Dalam perselisihan terkadang kita jadi menentukan siapa yang salah dan jadi meminta seseorang untuk berubah agar tidak terjadi perdebatan lagi. Hal ini lumrah terjadi ketika kita sama-sama ingin mempertahankan pandangan anda.
Sehingga jika saling menyalahkan akan muncul rasa tertekan atau tidak nyaman. Terutama, jika posisinya diserang dan akhirnya suasana menjadi tegang. Sehingga diperlukan kehati - hatian dalam merespons, sehingga tercipta suasana damai.
Permasalahan terkadang disebabkan karena perbedaan keyakinan dan pendapat. Tapi, tentu dibalik ucapan ada kebutuhan yang terasa lebih dalam seperti keinginan untuk selalu merasa aman, ingin diperlakukan adil, dihargai, dan dilindungi.
Salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan dengan hubungan orang lain, anda bisa mencoba memulai kebersamaan dengan mereka.
Caranya dengan mencari nilai dan harapan yang bisa membantu keduanya bisa berada pada sisi yang sama sebagai manusia.
Misalnya, anda bisa berkata, "Apakah kita sama-sama ingin hidup di lingkungan di mana setiap orang merasa aman dan dihormati?".
Jika percakapan selalu dimulai dengan rasa ingin bersama dan menuju tujuan yang sama, maka ruang dialog antara anda dan orang lain bisa menjadi hangat dan mengalir secara manusiawi.
Bahkan jika anda tetap memiliki perbedaan pendapat dengan mereka. Sehingga menghindari terjadinya konflik.
4. Bersikap Tulus
Jika anda terjebak dengan percakapan yang sulit dan beda pola pikir, bukan berarti anda harus berpura - pura tertarik dengan keyakinan orang lain.
Terkadang penting untuk menyadari apakah pertanyaan yang kita ajukan benar-benar lahir dari rasa ingin memahami, atau hanya untuk membuktikan sesuatu.
Rasa tau yang anda atau orang lain miliki ternyata bisa melunakkan sikap defensif. Ketika anda berbicara dengan orang lain dan merasa didengarkan secara tidak sadar percakapan bisa saja melambat dan menjadi lebih reseptif.
Pertanyaan yang baik biasanya tidak dimaksudkan untuk menjebak, melainkan untuk membuka ruang pemahaman. Pertanyaan ini bisa menciptakan ruang dengan bertanya "Apa yang menurut anda paling dipertaruhkan disini?" .
Atau sekedar pertanyaan pengalaman apa yang membuat Anda melihatnya seperti ini?" .
Pertanyaan seperti ini bisa membuat anda lebih refleksi. Jika anda tidak ingin tau terkait informasi juga bisa menjadi tanda bahwa anda belum merasa siap memulai percakapan itu dengan orang lain.
5. Hindari bahasa yang serba hitam putih kecuali Anda siap menghadapi eskalasi
Kata-kata seperti jahat, fasisme, tirani, dan pengkhianat mungkin terasa akurat saat itu, tetapi cenderung membuat orang masuk ke mode perlindungan diri. Begitu itu terjadi, percakapan secara efektif berakhir. Yang terjadi selanjutnya adalah pertahanan, bukan mendengarkan.
Jika tujuan Anda adalah untuk melampiaskan emosi, kata-kata itu mungkin terasa memuaskan. Jika tujuan Anda adalah pemahaman atau pengaruh, bahasa yang sarat emosi akan merugikan Anda.
6. Bersikap Tenang
Ada kalanya 2 orang yang berada pada percakapan yang sulit bisa membiasakan untuk bersikap tenang. Jika anda tidak bisa mengontrol emosi.
Wajar jika emosi muncul dalam percakapan yang sulit, tetapi tanpa jeda, kita mungkin tanpa sengaja menyakiti orang lain karena terjebak dalam rasa marah.
Sehingga bukan menyelesaikan masalah, tapi justru menjadi perang ego. Hal ini tentu bisa anda hindari dengan memperlambat percakapan, jika suasana telah memanas.
Memiliki kepala dingin ada gunanya agar bersikap mengontrol emosi dan lebih bersikap tenang.
Mungkin membantu untuk menarik napas dalam beberapa kali sebelum merespons akan memberi waktu bagi emosi menenangkan diri agar percakapan tetap hangat
Cobalah hitung dari 1 - 10, berikan jeda singkat untuk bisa membuat tubuh tenang. Sehingga terhindar dari pertengkaran yang memanas dan saling mempertahankan pendapat
Masalah ada untuk dicari jalan tengahnya dan berusaha memahami satu sama lain.
Jika Anda merasa percakapan mulai memantik emosi, Anda bisa bertanya dengan tenang tentang sudut pandang mereka, misalnya: 'Bisa ceritakan apa yang membuat Anda melihatnya seperti ini?
Hal ini menjadi teknis aikido verbal dimana memahami mengapa sudut pandang setiap orang berbeda, meski mereka sefrekuensi.
7. Menerima perubahan seseorang lambat
Setiap manusia sedang berproses, jadi anda bisa memahami jika perubahan setiap orang tentu berbeda. Ada seseorang yang berubah, tapi lambat karena berubah harus diyakini dalam hati diri sendiri.
Perubahan itu terkadang bisa saja terjadi setelah beberapa jam kemudian dan bisa saja dalam hitungan beberapa minggu. Ketika anda berbicara produktif, hal ini bukan hanya percakapan telah berubah pikiran.
Sebaliknya, percakapan ini bisa membuat siapapun dihormati dan merasa didengar tanpa harus diancam dan dihakimi. Rasa aman dan tenang yang bisa membuat siapapun bisa refleksi diri dan introspeksi.
Jika tujuan menjadi konversi langsung, maka bisa saja anda akan merasa frustasi. Tapi, jika tujuan seperti menanam benih atau menghindari pengerasan posisi, maka lebih lagi anda berada pada jalur yang benar.
8. Tidak perlu terlalu terlibat
Ketika berbicara dengan orang lain, ada saatnya anda hanya mendengarkan percakapan dari orang yang mengajak anda bicara. Sebab setiap manusia hanya ingin didengar dan dipahami.
Ada kalanya juga anda tidak perlu ikut campur dengan masalah orang lain. Hal ini termasuk kebijaksanaan dan menetapkan batasan daripada anda investasikan energi untuk sesuatu yang bukan masalah anda.
Setiap manusia harus bisa bersikap jujur dan hormat dengan orang lain. Begitupun juga orang lain terhadap anda. Meskipun, anda harus mendengarkan ocehannya hingga 10 jam mendatang.
Dengan anda menjadi teman curhat, maka akan timbul rasa nyaman karena ada rasa didengar dipahami daripada main menghakimi.
8 langkah ini bisa membantu anda dalam mengungkapkan ketidaksetujuan tanpa harus menyakiti orang lain, tapi bisa bersikap tegas menyampaikan apa yang anda rasakan.
Komentar