Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Pelajaran yang Bisa Diambil dari 5 Kesalahan Pada Usia 20 an

Pelajaran yang Bisa Diambil dari 5 Kesalahan Pada Usia 20 an
5 kesalahan yang dilakukan oleh anak usia 20 tahun (Sumber: pexel/ @ArtHouse Studio)

JAKARTA - MEDIAPOSITIF,

  • Seseorang harus mampu untuk dapat menyelesaikan berbagai aktivitas perkembangan diri agar tetap stabil dalam berbagai hal yang dihadapinya.

  • Menerima diri anda sendiri akan membuat anda tidak terlalu memikirkan label dari orang lain.

  • Jika seseorang tidak mampu menyelesaikan tanggung jawab perkembangannya kemajuannya akan terganggu

Pada usia 20 an, wajar sekali jika anda merasa masih harus belajar dengan berproses mengembangkan diri dan terkadang anda jadi membuat keputusan yang terasa kurang tepat dan menyesali hal tersebut.
 
Tidak masalah itu memang hal yang wajar dimana setiap kesalahan akan lebih mengajarkan anda untuk berproses menjadi manusia yang lebih baik lagi.
 
Tapi,terkadang kesalahan yang seringkali terjadi, bisa membuat perjalanan hidup anda terasa lebih sulit untuk dijalani.
 
Menurut Santrock, ketika seseorang sulit dalam menyelesaikan tanggung jawab untuk mengembangkan diri, maka kemajuan dalam berproses bisa saja tertunda dan bisa saja mengalami missed development.
 
Jangan merasa terbebani dengan hal yang anda pernah sesali ketika membuat suatu keputusan. saya mengerti perasaan anda karena semua orang juga pernah mengalami.
 
Terkadang ada seseorang yang pernah salah langkah tapi berhasil bangkit. Bukan berarti ia bukan orang baik, tapi hanya pernah salah melangkah dan jatuh.
 
Setiap kesalahan seperti batu kecil di jalan, yang membuat langkah Anda semakin kuat untuk menapaki perjalanan hidup.
 
Hal terpenting adalah bagaimana anda bisa berproses dalam belajar, memiliki skill berpikir yang matang, bersosialisasi, & bijak ambil keputusan.
 
Setiap langkah yang anda lakukan sekecil apapun itu mampu untuk membantu anda dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi seiring berjalannya waktu. Menghadapi Quarter life of crisis dengan tenang Berdasarkan journal Factor Contributing to Quarter Life Crisis on Early Adulthood, dijelaskan bahwa seseorang yang bisa menyelesaikan berbagai hal yang mana berhubungan dengan pengembangan diri bisa membuat hidupnya stabil.
 
Hidup stabil berarti anda bisa menghadapi berbagai tantangan yang terjadi pada hidup anda dan menganggap setiap masalah seperti bermain game dimana akan mengangkat level hidup anda dan akan belajar skill problem solving.
 
Setiap tahapan kehidupan yang anda alami memiliki karakteristik sendiri. Dalam istilah "krisis seperempat kehidupan" atau fenomena "dua puluhan" yang mana telah diperkenalkan oleh Alexander Robbin dan Winner.
 
Fenomena ini terlihat pada anak muda berusia 20 - 29 tahun yang mana sedang bertransisi dari zona nyaman ke kehidupan yang lebih terasa realistis. Tidak masalah, jika akhirnya anda mengalami quarter life of crisis itu bukan aneh.
 
Masalah yang muncul pada krisis seperempat kehidupan seringkali berasal dari pengaruh eksternal maupun dinamika internal yang terjadi bersamaan.
 
Pada masa krisis ini biasanya anda akan merasa mudah marah karena emosi tidak terkontrol dan mudah menyesali apa yang telah anda lakukan. Tidak apa - apa luapkan saja rasa emosi karena anda memang tidak sendirian untuk merasakannya.
 
Saya memahami rasa emosi anda, hal ini karena memang hidup terasa tidak mudah untuk dijalani. Tapi, saya yakin anda bisa untuk melewatinya dan bangkit dalam keterpurukan.Cari orang terpercaya untuk berbagi cerita. Ingat anda tidak sendirian.
 
Tapi situasi ini yang akhirnya akan membuat anda pesimis dengan diri sendiri, takut, merasa kurang sempurna daripada orang lain, dan jika tidak kuat mental, maka bisa saja anda akan mengalami hilang arah.
 
Setiap masalah yang ada mengajarkan akan kedewasaan emosional, anda hanya sedang berproses untuk lebih mengolah emosi anda..
 
Menurut penelitian dari American Psychological Association, orang dewasa muda kerap dipengaruhi oleh ketidakpastian dalam karier, hubungan percintaan, pencapaian hidup, serta kebingungan terhadap identitas dan prinsip hidup mereka.
 
Berdasarkan Journal of Vocational Behavior, kebingungan identitas ini dapat meningkatkan risiko munculnya depresi, kecemasan, ketidakpuasan terhadap hidup, serta perubahan emosi yang ekstrim.
 
5 pelajaran yang bisa dilakukan dari kesalahan hidup
 
Ada beberapa hal yang bisa anda pelajari dan perhatikan agar langkah hidup anda tetap terarah dan tidak membawa penyesalan di kemudian hari:
 
1. Tidak memiliki mentor
 
Setiap orang yang sedang berjuang dalam karir pasti pernah merasa bingung, ragu, atau bahkan lelah menghadapi tantangan sendirian.
 
Ada kalanya kita hanya ingin didengar, dipahami, dan diajak berdiskusi oleh seseorang yang benar-benar mengerti posisi kita seperti mentor.
 
Memiliki mentor sering kali bukan soal "lebih cepat sukses", tapi tentang memiliki ruang aman untuk berbagi cerita dan mendapatkan sudut pandang baru untuk bisa mengatasi masalah.
 
Berdasarkan data, sekitar 76% orang menganggap mentor itu penting, tapi hanya 37% yang benar-benar memiliki mentor. Bahkan orang sukses seperti Steve Jobs juga memiliki mentor yang membuatnya dapat mendirikan Apple.
 
Jika anda saat ini belum memiliki mentor, maka bukan berarti anda tidak bisa berkembang. Tapi, karena anda belum menemukan seseorang yang layak untuk jadi mentor anda.
 
Mentor menjadi jalan pintas untuk bisa tumbuh, meraih kesuksesan, dan memiliki arah hidup yang jelas.
 
Menemukan mentor akan berpotensi membantu anda untuk mendapatkan promosi. Hal ini bukan karena sebab, ketika anda memiliki mentor anda bisa memiliki ruang diskusi dimana bisa membantu perjalanan karir anda.
 
Sebaliknya jika karir anda tanpa mentor, maka peluang untuk bisa berkembang jauh lebih kecil, tapi bukan berarti anda tidak bisa berproses sendirian.
 
Hal ini lebih karena anda akan merasa buntu ketika menghadapi masalah dan tidak mendapatkan perspektif baru dari seseorang yang lebih ahli.
 
Nasihat ada untuk membantu anda menentukan jalan karir yang jelas dan belajar untuk menjadi manusia lebih baik lagi, sehingga anda dapat mengembangkan karir.
 
Anda sebenarnya sudah membuat diri anda utuh, ketika menjalani hidup sesuai dengan keinginan sendiri tanpa mengikuti hal yang diinginkan oleh orang lain.
 
Seperti yang dikatakan Maya Angelou, "Anda tidak membutuhkan orang lain, tempat, atau benda lain untuk membuat diri Anda utuh. Tuhan sudah melakukan itu, tugas Anda adalah menyadarinya."
 
Oleh karena itu, mentor tidak hanya membantu anda untuk memahami siapa diri anda sekarang ini, tapi bisa melihat potensi yang ada pada masa mendatang.
 
Pelajaran dan pengalaman yang anda dapatkan bisa membantu diri anda mencegah kesalahan yang berulang kali bisa anda lakukan. Anda bisa belajar dari hal yang datang dalam hidup anda untuk menjadi manusia lebih baik lagi.
 
Carilah mentor di lingkungan sekitar anda. Mulailah dengan bertanya, "Jika Anda berada di posisi saya, apa yang akan anda lakukan?"
 
Pertanyaan seperti ini ketika anda telah mendapatkan jawaban dari mentor, maka akan membuat diri anda menjadi lebih refleksi.
 
Belajar dari pengalaman mentor dapat membantu anda berkembang lebih cepat tanpa harus mengulang terlalu banyak kesalahan yang sama.
 
2. Memilih jalan buntu
 
Ketika menemui jalan buntu, jangan pernah merasa terbebani untuk melakukan hal yang anda inginkan. Tapi, fokuslah bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dan menjadikan penghasilan sebagai tujuan.
 
Jika anda saat ini sedang berusia 20 an dan merasa bingung dan ragu dalam menemukan hal yang menjadi passion anda, itu tidak masalah karena beberapa orang didunia juga mengalaminya.
 
Pada waktunya anda akan menemukan hal yang menjadi passion anda karena gairah saja seperti tidak cukup tanpa ada pondasi yang jelas. Sehingga jika anda telah menemukan hal yang anda ingin akan membangun karir lebih stabil.
 
Menurut psikolog Paul O'Keeffe dalam studinya tahun 2018, orang yang langsung menjadikan gairah sebagai tujuan karir cenderung merasa frustasi dan menyerah lebih cepat saat menghadapi kesulitan.
 
Hal ini wajar karena anda harus berjuang dan menghadapi tantangan sampai nanti akhirnya anda akan menemukan kesuksesan. Jika saat ini anda memiliki fokus ke skill, maka asahlah terus hal tersebut.
 
Semakin anda menyukai suatu hal, maka passion akan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
 
Cal Newport dalam bukunya So Good They Can't Ignore You menjelaskan bahwa banyak orang baru menemukan gairah setelah bertahun-tahun mengasah keterampilan mereka.
 
Bahkan Steve Jobs pun mendorong ide untuk "mengikuti hasrat", tapi kenyataannya, kesuksesan membutuhkan proses panjang dan kerja keras yang konsisten.
 
Jangan merasa terburu-buru atau menyesal jika anda masih mencari jalan di usia 20-an.
 
Alih-alih menunggu "tiket lotere", fokuslah membangun kemampuan Anda. Jadilah ahli dalam apa yang anda lakukan hingga orang lain tidak bisa mengabaikan atau meremehkan kontribusi Anda.
 
Seperti yang dikatakan Mark Cuban:
 
"Jangan ikuti hasrat anda, ikutilah usaha. Karena melalui usaha, anda akan menemukan apa yang benar-benar penting bagi anda. Hal yang membuat Anda rela bekerja keras dan bertahan menghadapi tantangan."
 
Setiap usaha yang anda lakukan bisa membawa anda untuk lebih dekat untuk bisa menemukan karir yang terasa memuaskan bukan hanya sekedar impian semata. 3. Frustasi dengan pergerakan saham
 
Anda sekarang mungkin merasa khawatir dan frustasi ketika menghadapi pasar saham, terutama karena pergerakannya terasa sulit sekali untuk anda prediksi. Namun, hal ini tidak aneh karena banyak investor yang merasakan hal sama.
 
JP Morgan menemukan fakta bahwa seseorang yang melewatkan sekitar 10 hari perdagangan terbaik dalam 20 tahun, maka bisa berkurang keuntungan setengahnya.
 
Jika anda melewatkan 30 hari pergerakan saham, maka anda bisa berpotensi kehilangan semua keuntungan. Fakta ini bukan untuk menakuti anda, tapi untuk sekedar mengingatkan setiap pergerakan saham bisa berpotensi rugi.
 
Studi Fidelity pada 2014 menunjukkan bahwa investor dengan kinerja terbaik biasanya "melupakan" akun mereka secara tidak sengaja mereka tidak terlalu panik atau terburu-buru.
 
Hal ini bukan karena tanpa sebab untuk membuat diri merasa takut atau tidak sabar. Hal ini bisa berpotensi menghilangkan potensi kekayaan, jika anda merasa takut untuk mencoba dan gagal. Warren Buffett bahkan mengatakan bahwa pasar saham dirancang untuk mentransfer uang dari mereka yang terlalu aktif ke mereka yang sabar.
 
Beberapa prinsip sederhana bisa membantu anda tetap tenang dan fokus:
 
● Mulailah berinvestasi sejak dini
 
Jika anda saat ini menginjak 20 an dan memiliki penghasilan. Maka, tidak ada salahnya untuk mulai berinvestasi. Sekecil apapun investasi yang anda berikan, bisa saja membuka peluang dengan banyak keuntungan dan hasil yang didapatkan.
  • Tetaplah dalam permainan
Jika anda ikut dalam permainan pergerakan saham, akan membuat anda sabar dan melakukannya secara konsisten tanpa mengeluh dengan proses.
 
Sebab, jika anda bisa konsisten akan segera membuahkan hasil yang anda inginkan. Namun, harus perhatikan juga efek bunga. Sehingga jangan sampai anda tergoda untuk menarik dana karena fluktuasi sesaat.
  • Jangan menyentuh uang yang diinvestasikan
Jadikan investasi sebagai "uang yang sudah tidak bisa disentuh" agar anda tidak tergoda untuk menggunakannya sebelum waktunya.
  • Menggunakan sisa uang untuk kebutuhan
Jika anda sekarang memiliki banyak dana, maka fokuslah menabung & melakukan investasi. Jika sudah terkumpul, maka anda bisa menikmati uang anda sesuai kebutuhan sehari - hari.
 
Hal ini sebagai pepatah, menabung pangkal kaya. Dimana semakin anda untuk berinvestasi atau menabung. Maka, hasil yang anda dapatkan lumayan maksimal.
 
Investasi bukan hanya pintar dalam mencoba menebak pergerakan pasar. Tapi, bagaimana anda bisa sabar, konsisten, dan memberi waktu untuk anda bisa tumbuh.
 
Perasaan ragu yang hinggap di dalam dada itu wajar, jika anda baru pertama kali untuk mencoba. Hal terpenting anda harus senantiasa melangkah dengan langkah kecil, tapi anda lakukan secara konsisten.
 
4. Terjebak dalam zona aman
 
Ketika anda menginjak usia 20 an terkadang merasa sangat nyaman dengan berada pada zona nyaman. Dimana zona nyaman ini bisa membuat anda hanya berada pada tempat yang anda inginkan.
 
Namun, jika anda ingin keluar dari zona nyaman, alangkah baiknya untuk dapat menantang diri anda dengan memulai pekerjaan baru atau pindah kota. Terlalu nyaman pada zona ini bisa membuat anda menjadi tidak ingin keluar.
 
Jika terus dilakukan, maka anda seperti menghirup monoksida yang mana bisa menghambat pertumbuhan kalau dibiarkan terus - menerus. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan merasa nyaman, semua orang pernah mengalaminya.
 
Tapi, sebaiknya tanyakan kepada diri sendiri, benarkah lingkungan sekarang dapat mendukung pertumbuhan atau membuat stagnan? Jika energi telah terkuras habis & berpotensi menghambat diri, maka anda sebaiknya melangkah ke hal yang baru,
 
Penelitian ekonomi perkotaan menunjukkan bahwa orang-orang yang pindah ke pusat peluang seperti New York, San Francisco, atau London sering melihat pertumbuhan pendapatan dan pengalaman yang lebih cepat.
 
Dibanding mereka yang tetap di pasar lebih kecil. Ini bukan untuk menekan Anda, tapi untuk menunjukkan bahwa stabilitas bukan selalu berarti keamanan.
 
Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya akan berkembang di sini, atau hanya tetap di tempat?" Jika jawaban anda terasa stagnan, mungkin sudah saatnya mengambil risiko dan melangkah ke lingkungan yang lebih mendukung potensi Anda.
 
Usia 20-an memberi anda banyak kebebasan dan fleksibilitas. Jangan takut untuk mengeksplorasi peluang baru, karena pengalaman dan keberanian yang anda bangun sekarang akan menjadi fondasi kuat untuk masa depan.
 
5. Terperangkap dalam penjara emosional
 
Ucapan orang terkadang sangat menyayat hati karena ada yang berbicara tanpa kontrol. Sehingga bisa membuat siapapun yang mendengarnya termasuk anda jadi merasa tersinggung.
 
Ketika masih muda, banyak orang yang terperangkap dalam penjara emosional. Dalam penjara emosional, anda terasa dibentuk oleh pandangan orang lain bukan oleh keinginan diri sendiri.
 
Sehingga anda akan merasa hidup karena ekspektasi orang lain, haus validasi, dan tidak dapat menentukan jalan hidup yang jelas.
 
Luka yang ada dalam hati anda karena ucapan orang lain tentu tidak mudah saja hilang dan membutuhkan proses untuk menyembuhkannya.
 
Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, sekitar 70% anak muda berusia 18–29 tahun sering meragukan diri dan masa depan mereka.
 
Bahkan, jurnal ilmu perilaku menemukan bahwa sekitar 82% orang mengalami sindrom impostor dalam karir mereka, termasuk di bidang musik.
 
Fakta ini menunjukkan bahwa keraguan dan perasaan "tidak cukup" menjadi hal sangat lumrah dimaklumi.
 
Label dari orang lain dan keraguan terhadap diri sendiri bisa membuat kita sulit berkembang, merasakan, dan terhubung dengan hal-hal yang benar-benar kita sukai.
 
Cobalah tanyakan pada diri sendiri: "Apakah label ini benar-benar milik saya, atau hanya diberikan oleh orang lain?"
 
Menulis jurnal, mencatat perasaan, dan menantang label tersebut adalah langkah kecil namun kuat untuk melepaskan beban itu. Tidak perlu terburu-buru, dan jangan merasa malu dalam proses ini.
 
Setiap langkah untuk memahami diri sendiri adalah bagian dari perjalanan yang wajar.
 
Ingatlah, tidak ada gelar, jabatan, atau saldo bank yang bisa mengisi kekosongan di dalam diri. Hal bisa melakukan hanya welas asih terhadap diri sendiri dan kemampuan untuk menerima diri apa adanya.
 
Jadilah diri sendiri, dan izinkan diri anda menerima siapa anda saat ini. Semakin cepat anda melakukannya, semakin bebas anda akan merasa dalam menjalani hidup anda.
 
Pada usia 20-an, wajar jika anda masih merasa sedang mencari arah dan belajar memahami diri sendiri. ada beberapa hal yang bisa menjadi panduan untuk membantu Anda tumbuh dan menjalani hidup lebih percaya diri.



Komentar

    ℹ️ Terima kasih, tautan ini akan segera hadir.