Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Jeff Bezos : Panggilan Hidup dan Prinsip Kerja Keras

Jeff Bezos : Panggilan Hidup dan Prinsip Kerja Keras
Panggilan dan pilihan hidup dapat menjadikan seseorang memiliki arah hidup yang jelas (Sumber: pixabay/@kvrkchowdari)

JAKARTA, MEDIA POSITIF

  • Gagal saat mencoba bukan berarti anda tidak berbakat, itu bagian dari proses menemukan cara yang lebih baik.

  • Jeff Bezos pernah mengalami kegagalan termasuk insiden fire phone, tapi tidak membuatnya pesimis tapi selalu berinovasi.

  • Seseorang harus mampu meninggalkan zona nyaman dan mengembangkan diri agar bisa menjadi sukses.

Setiap orang tentu mengenal Jeff Bezos, pendiri Amazon dan sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Namun, siapa sangka dibalik kesuksesan ada kisah hidup dengan perjuangan yang jarang orang ketahui.
 
Sebelum menjadi pendiri Amazon, Jeff pernah menjadi karyawan dengan pekerjaan mapan di New York. Dengan melihat dunia yang semakin luas dan memiliki impian masa kecil menjual buku secara online membuatnya meninggalkan zona nyaman.
 
Jika anda merasa memiliki ide tapi tidak umum seperti kebanyakan orang. Hal ini juga dirasakan Jeff dimana berambisi menjual buku secara online hanya dari memiliki garasi dan internet.
 
Tapi, Jeff percaya kalau impiannya itu dapat terwujud. Sehingga membuatnya meninggalkan zona nyaman dan mulai mengejar impiannya tersebut sehingga terbentuklah Amazon yang seperti anda kenal sekarang.
 
Pada saat melakukannya, tentu ada perasaan takut karena bisa saja Jeff mengalami kegagalan. Tapi, ia membayangkan kalau ide yang dimilikinya bisa berdampak baik untuk orang lain.
 
Jeff juga bertanya ke dirinya apakah hal ini harus dilakukan, meski bisa berpotensi gagal atau tidak mencoba sama sekali dan berujung pada penyesalan. Dari ia memikirkan hal tersebut akhirnya muncul keberanian untuk mengejar impian.
 
Anda memang tidak bisa menjadi Jeff Bezos, karena setiap orang tentu memiliki kisah hidup, pelajaran, dan pengalaman yang berbeda.
 
Tapi yakinlah seperti yang Jeff lakukan kalau rasa berani bisa membuat anda mengejar impian tersebut.
 
Terutama bagi anda yang sekarang berusia 20 an. Anda bisa mulai memikirkan hal apa yang anda inginkan dan bagaimana mengejar impian tersebut meski yang ditemui nanti kegagalan.
 
Perasaan takut gagal itu wajar, tapi kita harus bisa memilih berada pada zona nyaman atau tumbuh menjadi orang berhasil seperti Jeff Bezos. Apakah anda akan menunda sekarang karena hati ragu atau berani dengan hasil apapun.
 
Kecerdasan Jeff Bezos telah muncul sejak masih kecil

Bakat dan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang tentu berbeda. Sama hal seperti yang terjadi dalam hidup Jeff Bezos yang membuat siapapun pasti berdecak kagum dan menjadikannya sosok inspirasi.
 
Jeff lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, ketika masih balita siapa sangka ia melakukan hal yang jarang dilakukan oleh orang lain yakni bisa membongkar keranjang bayi miliknya karena ingin merasakan tidur di kasur.
 
Hal ini tentu belum pernah anda bayangkan, tapi pasti anda memiliki ide absurd yang pernah dipikirkan ketika masih kecil. Jika dulu anda pernah dianggap aneh karena ide-ide anda, itu bukan hal buruk.
 
Bagi anda yang masih kecil suka melakukan hal inovatif. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Jeff dimana menciptakan penutup gerbang otomatis dari ban bekas menggunakan semen, kompor tenaga surya, payung & aluminium foil.
 
Tapi, sayangnya percobaan inovatif tersebut gagal karena penemuanya tersebut tidak bekerja secara optimal dengan bahan yang kurang kokoh. Meski gagal, ia mencoba untuk tersenyum dan bangga pernah melakukannya.
 
Mungkin bukan soal berhasil atau tidak saat mencoba, tapi memberi diri anda kesempatan untuk mencoba dan belajar dari prosesnya. Hal terpenting anda sudah pernah mencoba sehingga tidak penasaran dengan hasil.
 
Tidak semua orang akan langsung memahami ide Anda, dan itu bisa terasa menyakitkan. Tapi justru dari situ anda belajar percaya pada diri sendiri.
 
Gagal saat mencoba bukan berarti anda tidak berbakat, itu bagian dari proses menemukan cara yang lebih baik, itu juga yang lakukan Jeff Bezos yang selalu bangkit kembali ketika mengalami kegagalan.
 
Menginjak usia remaja dan masuk SMA, Jeff sudah memikirkan soal bisnis dimana bisnis ini dipikirkannya harus menjadi tempat siswa atau remaja agar bisa lebih mengembangkan ide kreatif yang dimiliki.
 
Anda yang termasuk kreatif dan suka memiliki banyak ide, tentu sangat cocok apabila bergabung di Dream Institute milik Jeff Bezos. Bisnis inilah yang dimiliki oleh Bezos.
 
Terkenal sebagai mahasiswa yang pintar, kreatif, dan inovatif. Jeff Bezos sampai mendapatkan summa cum laude di Universitas Princeton pada tahun 1986.
 
Perjuangan dan kegagalan Jeff Bezos yang jarang orang ketahui di balik kesuksesan

Jeff Bezos memiliki kisah hidup yang sangat memilukan dibalik kesuksesan menjadi pendiri Amazon. Ada lika - liku yang dihadapi agar bisa membuktikan jika dirinya tidak akan diremehkan orang lain.
 
Tentu, hal ini sama seperti anda yang sekarang sedang mengalami quarter life of crisis, dimana anda masih bimbang dalam menentukan hidup, lebih suka ikut arus, dan merasa pesimis karena gagal.
 
Kegagalan terkadang bisa membuat diri kita menjadi ragu, terutama saat mengambil keputusan. Sehingga bisa membuat anda kehilangan makna dan jati diri.
 
Mungkin ada juga merasa gaji yang diterima tidak seberapa, atau iri dengan kesuksesan orang lain dan itu wajar.
 
Jangan risau karena Jeff Bezos juga pernah mengalaminya ketika bekerja sebagai juru masak di McDonald’s pada usia 16 tahun. Dengan bayaran yang tidak terlalu banyak.
 
Meski dibayar murah, Jeff tidak merasa pesimis dan merasa bahwa ada hal yang dipelajarinya dari tempatnya bekerja.
 
Bagi Jeff Bezos, pekerjaan bukan soal bagaimana melayani pelanggan dan memiliki wawasan, tapi juga bagaimana cara kita untuk memotivasi diri agar tetap nyaman untuk bekerja.
 
Semakin anda nyaman dengan pekerjaan itu semakin baik karena mengerjakan sesuatu berasal dari hati. Sehingga tidak sekedar mengikuti arus yang dilakukan oleh orang lain.
 
Bahkan jika anda sekarang ini tidak memiliki banyak modal untuk bisnis itu tidak masalah. Jeff memulai bisnis Amazon, pertama kali dari garasi rumahnya pada 5 Juli 1994. Hingga akhirnya Amazon pindah ke Perusahaan yang dikelolanya.
 
Berkat bantuan dari tim, Amazon mampu berkembang dan bersaing bersama kompetitor lain. Jeff percaya jika ketika seseorang memiliki keinginan jangan pernah ragu dengan keputusan tersebut atau merasa menyesal karena mencoba.
 
Ketika anda melakukan hasrat yang dimiliki bukan karena paksaan orang lain. Maka, anda akan merasa bangga ketika berhasil melakukannya.
 
Ada pepatah yang selalu diingat oleh Jeff dari anggota militer: “Pelan itu halus dan halus itu cepat”. Dimana hal ini menjadi cara seseorang untuk bisa maju tanpa harus terburu - buru atau terlalu lambat dalam berproses.
 
Memiliki bisnis tentunya anda harus siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi meski itu berisiko. Ketika memulai Amazon, Jeff pernah alami kendala hampir bangkrut karena server terus mengalami kerusakan berulang.
 
Sementara saat itu, tim yang dimiliki Jeff tidak terlalu banyak sehingga cash flow terasa hampir habis karena pembayaran kartu kredit yang menunggu proses lama. Sementara biaya inventory, pengiriman, dan biaya gaji karyawan terus berjalan.
 
Hal ini pasti dialami oleh anda juga yang bekerja sebagai pebisnis dan itu wajar. Sebab, masalah seperti itu pasti membuat pikiran menjadi campur aduk.
 
Kegigihan bisa mengalahkan hal yang dirasa tidak masuk akal. Selama berbisnis Amazon pernah bersaing dengan Barnes & Noble yang mematikan pasar mereka.
 
Tapi, Jeff tidak menganggapnya sebagai masalah karena baginya dengan memilih untuk kerja keras dan berjuang akan mampu untuk melawan pesaing berat meski dengan tim kecil.
 
Hal ini juga harus diterapkan dalam hidup anda untuk bekerja keras dan merasa bangga ketika melakukannya walaupun seringkali banyak yang ingin menjatuhkan. Kunci utama yakni percaya dengan diri sendiri dan yakin akan berhasil.
 
Ketika berbisnis, maka harus siap untuk kehilangan finansial, meski rasanya itu membuat rugi. Hal ini sama seperti Amazon yang pernah terkena fire phone hingga harus kehilangan puluhan juta dollar.
 
Bahkan investasi di Pets.com dan Kozmo.com juga membuat Jeff rugi karena hilang dalam dot-com.bubble dan proyek lain seperti Amazon WebPay gaming miliknya yang dibatalkan.
 
Menjadi manusia yang gagal itu tidak masalah karena kegagalan pasti akan dialami oleh setiap orang termasuk Jeff Bezos yang belajar dari kegagalan dan tidak pernah pantang menyerah dalam hidupnya.
 
Menurut Jeff Bezos, pilihan anda dalam bekerja keras, melakukan hal sulit, itu menjadi hal yang seharusnya anda banggakan karena dapat melakukannya.
 
Pelajaran hidup yang bisa ditiru dari pendiri Amazon

Setiap orang ibarat seperti sebuah buku dimana memiliki kisah hidup yang berbeda yang diambil dari pelajaran dan pengalaman hidup. Hal ini dimana akan membuat anda mudah menemukan jati diri dan value diri bukan hanya berfokus dari bakat.
 
Bagi Jeff Bezos, setiap orang memiliki bakat, tapi jangan membuat anda jadi terlalu bangga terhadap hal tersebut.
 
Setiap orang tentu memiliki penampilan fisik yang baik. Namun, hal itu tentu harus dibarengi dengan pilihan hidup dimana anda lebih bisa menentukan arah yang jelas dan bisa berpikir lebih revolusioner.
 
Terutama, bagi anda yang merasa tidak sabaran dalam menunggu hasil dan menjadi frustasi. Berpikir revolusioner seperti yang dilakukan oleh Jeff Bezos akan membuat anda tidak mengejar apapun dengan cara yang cepat.
 
Cara yang cepat juga terkadang tidak efektif, jika anda tidak memahami cara untuk membangun sesuatu dalam jangka lama. Hanya saja anda tetap bisa menentukan pilihan hidup yang anda inginkan.
 
Jeff ketika membangun bisnis Amazon selalu memilih keputusan yang rasional. Dimana ia ingin berfokus pada kebutuhan pelanggan dan tidak terlalu peduli dengan kompetitor.
 
Jeff merasa jika customer merasa puas dengan bisnis miliknya itu sudah menjadi kebanggaan dari pilihan hidupnya. Sama seperti anda, harus bisa fokus terhadap hal yang dikerjakan bukan hanya fokus dengan penilaian orang lain saja.
 
Jika anda mengikuti pilihan hidup dari apa yang diinginkan, maka anda akan merasa bangga dengan hasil yang didapatkan. Sehingga apa yang anda lakukan sekarang masih bisa anda ingat sampai berusia 80 tahun.
 
Meski tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk hidup. Banyak sekali inspirasi yang bisa diambil dalam dunia. Terutama, dengan ada ada banyaknya perubahan, konvensi, dan peluang.
 
“Hidup anda telah ditulis dari awal,” kata Jeff Bezos.
 
Anda yang saat ini masih ragu dan bimbang dalam keputusan hidup terkadang menjadi takut untuk mencoba. Mencoba itu tidak ada salahnya, anda harus berani untuk mengambil keputusan.
 
Jika Jeff Bezos tidak berani keluar dari zona nyaman waktu itu, mungkin sampai sekarang ia masih menjadi pegawai fast food.
 
Berdasarkan journal The Role of Personality Traits and Decision Making Styles in Career Decision Making Difficulties, menjelaskan setiap proses pengambilan keputusan seperti karir akan membuat seseorang bisa menemukan potensi.
 
Hal lain yang bisa dipelajari dari Jeff yakni anda harus mampu melakukan inovasi dimana Jeff memang merasa tidak pernah takut gagal karena baginya lebih baik untuk berproses, meski hasilnya belum bisa dipastikan.
 
Dari sikapnya ini, Amazon bisa terus berinovasi dan sekarang lebih unggul dari kompetitor lain yang dulu pernah menjatuhkan.
 
Sebagai seorang pemimpin dalam Perusahaan, Jeff tidak pernah merasa harus selalu mengikuti ide miliknya. Tapi, ia mengajak tim nya untuk berpikir bersama dan thinking out of the box dimana ia yakin tim nya memiliki ide kreatif.
 
Hal ini tentunya akan membuka ruang diskusi yang sehat tanpa terkesan seperti menggurui. Jeff tidak pernah merasa puas dengan status quo. Namun, Jeff juga tetap tidak melupakan rasa tanggung jawab.
 
Rasa tanggung jawab ini Jeff lakukan dengan cara menjadikan setiap tim seperti pemilik pekerjaan tersebut. Sehingga hal ini akan mengajarkan setiap orang yang bekerja sebagai tim nya ada rasa tanggung jawab dan kerja keras.
 
Hal yang membentuk kepribadian Jeff Bezos dalam menghadapi masalah

Anda yang sekarang ini merasa tidak kompeten, minder dengan diri sendiri karena masalah yang anda hadapi dan tidak mampu bersaing itu hal yang umum dipikirkan. Tapi, jika anda hanya fokus pada hal tersebut akan terasa menguras energi.
 
Maka, belajarlah dari Jeff Bezos dimana menganggap kegagalan bukan menjadikan minder, tapi mampu untuk bangkit dan menganggap kegagalan sebagai hal yang membuatnya harus bisa upgrade diri dari data yang ada dan berinovasi.
 
Daripada alih - alih terlalu fokus dengan seseorang yang meremehkan, jeff justru tidak peduli dengan validasi dan tetap berjuang untuk mengembangkan bisnisnya.
 
Meski, rasanya gagal berkali bisa membuat terpuruk. Tapi, jika anda kuat mental seperti Jeff Bezos, maka kegagalan justru akan dianggap sebagai suatu proses untuk bisa sukses.



Komentar

    ℹ️ Terima kasih, tautan ini akan segera hadir.